Dikutip dari Tulisan dinding di Facebook
Ben Bernard Wae Wis.
Tanggal 23 Februari 2010 jam 19:22
Merah adalah aku, putih adalah aku. merah putih adalah aku.
Merah putih yang terpikir adalah bendera negeri ini yang banyak banyak di sebut sebagai yang saka merah putih.
Pada masa majapahit merah putih sudah digunakan sebagai panji panji kerajaan yang terinspirasi oleh pohon kelapa, pohon yang biasa biasa namun seluruh bagianya bisa dimanfaatkan. merah adalah warna gula kelapa yang diolah dari nira putih adalah daging kelapa dan masa itu orang majapahit sering menyebut merah putih sebagai Gulo Klopo. ( Menurut LKH salam Gajah Mada. Sekarang ini teman-teman pencinta Majapahit sering menggunakan salam ” Gulo Klopo “.
Ayu Utami mengatakan ( dalam Bilangan Fu – nya ), merah putih adalah warna mistis pulau jawa.
Warna merah putih juga digunakan oleh Kerajaan Mataram Islam sebagai warna layar perahu mereka waktu penyerangan ke Batavia yang dipimpin langsung oleh Sultan Agung. Banyak lagi opini tentang merah putih,termasuk lagu Gebyar- Gebyar ciptaan Gombloh.
Bagi saya merah putih tak hanya warna bendera ataupun warna tulang dan darah manusia. Merah putih adalah benih terciptanya manusia. Manusia lahir dari manusia. Warna merah adalah benih dari perempuan yang adalah ibu. Putih adalah benih dari laki-laki yang adalah ayah. Saya punya keyakinan seluruh manusia tidak akan ada yang mengatakan warna benih dari laki-laki berwana lain selain putih.
merah putih bukan hanya lambang, warna bendera negeri ini, tetapi merah putih adalah warna, lambang setiap manusia apapun warna benderanya apapun warna kulitnya. karena itu merah putih adalah aku, merah putih adalah manusia.