Iki Blog e Wong Jowo

YESUS FAKTA ATAU FIKTIF


YESUS….

Sebenarnya siapa sich Dia? Namanya begitu besar. Terkenal di hampir seluruh pelosok dunia. Terkenal karena banyak yang memuji dan menyembahnya, serta banyak juga yang membenci juga menghujatnya. Yesus itu nyata apa tidak ya? Mungkin Yesus itu hanya mitos, legenda atau bahkan hanya tokoh rekaannya : Matius, Markus, Lukas, Yohanes, Paulus, Petrus, Yakobus, Barnabas. Bahkan yang sekarang bermunculan nama-nama Maria Magdalena, Tomas, Naskah Nah Mahdi sebagai penulis injil. Sehingga mungkin perlu ditulis peringatan di halaman belakang kitab para penulis seperti pada akhir cerita sebuah sinetron indonesia

“Cerita ini hanya fiktif apabila ada nama pelaku dan tempat kejadian yang sama itu hanya kebetulan dan bukan unsur kesengajaan”

Tapi anehnya, mengapa mereka membuat dan memilih cerita fiktif dengan tokoh yang sama yaitu Yesus? Begitu bombastikah nama Yesus dari Pengarang Cerita yang pertama mengisahkan cerita tentang Yesus ini sehingga memberikan imajinasi dan inspirasi bagi penulis yang lain.

Bahkan penulis Injil Barnabas juga terimajinasi dan terinspirasi membuat cerita (fiksi juga tentunya apabila injil atau cerita tentang Yesus dianggap tidak nyata) dengan tokoh yang bernama Yesus juga. He..he..Mungkin untuk mendapatkan popularitas dari pembaca juga seperti popularitas yang telah diperoleh oleh penulis yang lebih dulu memunculkan kisah tentang Yesus dengan kisah yang berbeda. Sebuah cerita fiktif yang berhasil. Bila ada dijaman sekarang Penulisnya tentu sudah menjadi milyader karena sudah beredar trilyulnan copy. Atau semua itu hanyalah perjalan politik spiritual untuk dapat menjaring umat sehingga mampu memunculkan pro dan kontra, pemuja dan penghujat untuk memperebutkan suatu kata yang menunjuk suatu tempat yaitu Surga.


Khabar Gembira begitu Ibuku memberikan difinisi.

Kegembiraan seperti apakah?…..

Kegembiraan karena datangnya sang juru slamat dunia ?

Frase ini tentunya bermakna ambigu, alias tergantung bagaimana orang menerjemahkan dan mengartikan. Keselamatan seperti apa yang diberikan Yesus sementara Dia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri ketika hendak ditangkap.

Matius 26:52-54

52. Maka kata Yesus kepadanya: “Masukan pedang itu kembali kedalam sarungnya, sebab barang siapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang. 53 Atau kau sangka, bahwa aku tidak dapat berseru kepada Bapaku, supaya Ia segera mengirim lebih dari duabelas pasukan malaikat membantu Aku? 54. Jika begitu bagaimana akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian?”

Yesus diolok-olokan

Matius 27 :27-31, Markus :16-20, Yohanes 19:2-3

Selanjutnya Matius 27:41

41 Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli-ahli taurat dan tua-tua mengolok-ngolok Dia dan mereka berkata: 42 “Orang lain ia selamatkan, tetapi diriNya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepadaNya. 43 Ia menaruh harapanya kepada Allah: baiklah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepadaNya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah anak Allah.”

Ayat yang lain : Markus 15:29-32, Lukas23:35-38

Bila Kisah tentang Yesus ini memang nyata dan pada saat itu saja sudah banyak orang yang tidak percaya, mengapa mau-maunya orang menjadi Kristen dan percaya kepada kata-kata bahwa, Yesus adalah Sang Juru Selamat Dunia.

Yesus anak Allah.

Tuhan Menciptakan manusia, Tuhan meniupkan rohnya dalam nafas dan hidup manusia.

Apa yang berasal dari daging itu daging (jasmani). Apa yang berasal dari roh itu roh. Yesus adalah Anak Allah itu dilihat dari rohnya dan ketaatanya secara jasmani dan rohani untuk mengemban misi yaitu menyelamatkan dunia.

Roh Tuhan ditiupkan kepada semua yang disebut manusia dan roh itulah yang menjadikan manusia berafas dan hidup. karena itu Yesus mengatakan: Allah itu Allahnya orang hidup bukan Allahnya orang mati. Untuk itu Yesus mengajarkan agar kita hidup menurut roh karena roh itulah yang berasal dari Allah dan disebut anak Allah. Daging berasal dari dunia karena itulah keinginan duniawi adalah keserakahan, kekuasan dan tipu daya. Agamapun dapat dijadikan untuk mengejar dan memenuhi keserakahan, kekuasan dan tipu daya. Seperti yang dilakukan oleh Tua-tua dan ahli-ahli taurat Yahudi pada jaman Yesus dan membiarkan umat dan rakyat yahudi waktu itu dalam ketertindasan. Mereka tetap enjoi dan mendapatkan berbagai keuntungan.

Hal yang demikian terus turun temurun dan meregenerasi sampai sekarang. Agama di jadikan motor yang dapat di tunggangi ,bahkan ayat-ayat kiab suci dijadikan dalih dan alasan untuk membenarkan diri sendiri dan golongannya.

Itulah penjajahan yang terus berlangsung samapai saat ini. Sesuatu yang berbeda dianggab sesat. Yesus pun dianggab sesat oleh imam-imam kepala bersama-sama ahli-ahli taurat dan tua-tua, karena Yesus dianggap ancaman bagi kenikmatan dunia yang diperolenya. Karena itu berliindunglah mereka dibawah hukum taurat menurut prepestif dan kajian mereka.

Keselamatan seperti apa yang diberikan Yesus?

Apakah dari mukjizatnya?

Aku pempercayai Yesus bukan karena MujizatNya karena yang jelas aku tak akan melihat Muhjizat Yesus. Karena seperti yang di tulis dalam injil “Kamu percaya kepadaku karena melihat muhjizat”. Bahkan para penganiaya Yesus masih meminta bukti pada saat menyalibkan Yesus. Bagiku mukjizat Yesus adalah NAFAS dan HIDUPKU yaitu ROH YANG DITIUPKAN TUHAN adalah roh yang sama dengan yang ditiupkan Tuhan kepada Yesus yaitu ANAKNYA YANG TUNGGAL karena Tuhan tidaklah meniupkan dua Roh kepada satu manusia

Kepercayaan kepada Yesus hanya karena mukjizat tak ada bedanya dengan kepercayaan dan kekaguman kepada tukang sulap. (Di tanah Jawa banyak hal-hal yang aneh terjadi. Seperti cerita Ki Ageng Selo menahklukan Petir. Bandung Bondowoso mampu membangun Candi Sewu dalam waktu semalam. Kisah Gunung Tangkuban Perahu dan lain-lain.)

Kepercayaan kepada Yesus harus didasarkan keteladannya, ketulusannya dalam cinta dan kasih juga pengorbanan.

Bila setiap individu sudah mampu meneladani Yesus damai dan selamatlah dunia ini.


Koran dalam Bahasa Indonesia tentulah berasal dari bahasa Arab = Quran yang di adobsi dan mengalami penyesuaian ejaan yang mungkin didasarkan pada EYD. Yang kurang lebih memiliki arti yang sama Khabar.

Baik Injil maupun Al quran adalah sebuah kabar tentang :

Perjalanan hidup seseorang yang akhirnya tokoh yang dikhabarkan memiliki pemuja dari lingkungannya masing-masing hingga berkembang ke manca negara.

Aku turut membaca khabar dari Israel yang lebih berkembang di Roma itu. Aku juga sedikit membaca Khabar dari Arab itu.

Tetapi aku tidak mengkultuskanya sehingga bila ada ada yang saling menghujat dan membakar kitab seperti yang terjadi di Amrik sana aku ga perlu merasa sakit hati dan kebakaran jenggot.

Injil di Rumahku setelah aku baca tapi lupa mengembalikan ke tempatnya. Aku menaruhnya dekat lemari pakaian.Tahu-tahu banyak halaman yang rusak karena dimakan rayap dan akhirnya aku bakar.

BACA JUGA HALAMAN Apanya yang Suci atau
KLIK DISINI

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.